Featured Slider

Kesehatan Lansia: Cara Tetap Sehat, Aktif, dan Bahagia di Usia Lanjut

Kesehatan Lansia: Cara tetap sehat di usia lanjut
Kesehatan Lansia: Cara Tetap Sehat di Usia Lanjut (Canva.com)



Pagi 23 Agustus 2026, sesi pertama dimulai dengan sebuah kenyataan yang sebenarnya sederhana, tetapi sering kita lupakan: menua adalah bagian dari kehidupan. Tidak ada seorang pun yang bisa menghindarinya.

Seiring bertambahnya usia, tubuh perlahan mengalami perubahan. Penglihatan mungkin tidak lagi setajam dulu. Otot mulai kehilangan massa dan kekuatannya. Kepadatan tulang berkurang. Paru-paru tidak lagi selentur ketika muda. Kulit pun menjadi lebih kering dan elastisitasnya berkurang. Namun, apakah bertambahnya usia berarti kita harus berhenti aktif? 
Tentu tidak. Justru di sinilah pentingnya memahami apa yang terjadi pada tubuh kita.

 Dalam sesi yang dibawakan oleh Dr. Hilderbrand Hanoch Victor Watupongo, SpPD, K-Ger, FInasim, dijelaskan bahwa di Indonesia seseorang mulai dikategorikan sebagai lansia ketika berusia 60 tahun ke atas. 

WHO sendiri membagi usia lanjut menjadi tiga kelompok: 60–74 tahun sebagai lanjut usia, 75–90 tahun sebagai lanjut usia tua, dan di atas 90 tahun sebagai usia sangat tua. Tetapi menjadi lansia tidak hanya soal angka.

Ada gambaran yang jauh lebih menarik: tetap aktif, sehat, dan bahagia. Ketika Usia Harapan Hidup Bertambah Ada kabar baik dari perkembangan kehidupan manusia. Usia harapan hidup semakin meningkat. 

Data yang dipaparkan menunjukkan usia harapan hidup meningkat dari 69,8 tahun pada 2010 menjadi 70,9 tahun pada 2017. Perempuan memiliki usia harapan hidup sekitar 73 tahun, sementara laki-laki sekitar 69 tahun.

 Tetapi angka tersebut membawa sebuah pertanyaan penting: Kalau kita hidup lebih lama, bagaimana kualitas hidup kita selama tahun-tahun tambahan itu? Sebab panjang umur saja tidak cukup. Kita tentu ingin usia yang panjang tetap disertai kemampuan untuk bergerak, berpikir, beraktivitas, berkomunikasi dengan orang lain, dan menikmati kehidupan. 

Itulah sebabnya kesehatan pada usia lanjut perlu dilihat secara lebih menyeluruh. Tubuh Berubah, tetapi Kita Bisa Tetap Menjaganya.

 Proses menua berlangsung pada berbagai organ tubuh. Mata mulai mengalami penurunan penglihatan dan lebih mudah silau. Massa otot berkurang sehingga kekuatan tubuh menurun. Tulang semakin kehilangan kepadatannya dan risiko osteoporosis meningkat. Elastisitas paru-paru juga berkurang, sementara kulit menjadi lebih kering dan keriput lebih mudah muncul. Perubahan tersebut adalah bagian dari proses menua. 

Namun ada hal lain yang perlu diperhatikan. Seiring bertambahnya usia, berbagai penyakit degeneratif maupun infeksi juga semakin menjadi perhatian.

Dalam materi ini disebutkan antara lain hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, ISPA, diare, pneumonia, dan obesitas. Karena itu, semakin bertambah usia, semakin penting pula kita mengenali tubuh sendiri. Jangan menunggu tubuh benar-benar menyerah baru mulai memperhatikannya.

 Jangan Biarkan Tubuh Hanya Duduk dan Diam Salah satu hal yang sering terjadi ketika usia bertambah adalah aktivitas fisik yang semakin berkurang. Padahal tubuh tetap membutuhkan gerakan. Dalam materi disampaikan bahwa kurang aktivitas fisik cukup tinggi pada kelompok usia 60–64 tahun dan semakin meningkat pada kelompok usia 65–69 tahun. 

Aktivitas fisik tidak harus selalu berupa olahraga berat. Ada banyak pilihan yang dapat disesuaikan dengan kemampuan, seperti tai chi, berjalan kaki, water aerobic, swimming, maupun resistance training. Intinya bukan berapa berat olahraga yang kita lakukan. Yang lebih penting adalah tetap bergerak sesuai kemampuan tubuh. Karena tubuh yang terus digunakan akan memiliki kesempatan untuk tetap berfungsi dengan baik. Bukan Hanya Otot yang Perlu Dilatih Ada satu hal yang tidak kalah penting: pikiran. Demensia atau pikun menjadi salah satu gangguan kognitif yang perlu mendapat perhatian. 

Materi ini mencatat bahwa jumlah penderita demensia diproyeksikan meningkat dari sekitar 1,2 juta pada 2015 menjadi 4 juta pada 2050. Karena itu, menjaga usia lanjut bukan hanya tentang menjaga kaki agar tetap kuat berjalan. Kita juga perlu menjaga kemampuan berpikir, memori, penilaian, emosi, dan keterlibatan dengan lingkungan.

 Sebab menjadi tua bukan sekadar perubahan fisik. Ada perubahan dalam kehidupan sosial, psikologis, ekonomi, bahkan lingkungan. Makan Sedikit, tetapi Jangan Kehilangan Gizi Ada satu perubahan lain yang mungkin tidak terasa pada awalnya: nafsu makan dapat menurun. Mengapa? Fungsi penciuman dan pengecapan dapat menurun. Produksi air liur berubah. Gigi dan gusi mengalami perubahan. Pengosongan kerongkongan dan lambung juga menjadi lebih lambat. 

Semua ini dapat membuat keinginan untuk makan berkurang. Belum lagi faktor lain seperti depresi, kesepian, penyakit kronis, disabilitas, demensia, penggunaan obat-obatan, hingga masalah keuangan. Karena itu, makan pada usia lanjut bukan sekadar persoalan kenyang. 

Yang penting adalah kualitas makanan yang masuk ke tubuh. Materi menyarankan makanan yang bervariasi, menjaga berat badan, memilih makanan rendah lemak dan kolesterol, memperbanyak serat, sayuran, buah-buahan, serta produk grain, dan menggunakan gula serta garam secukupnya. Dan bila selera makan menurun, salah satu pendekatannya adalah makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, dengan makanan yang padat gizi dan teksturnya lebih mudah dikonsumsi.

Ada Satu Hal yang Sering Diremehkan: Tidur Kita menghabiskan sekitar sepertiga hidup untuk tidur. Tidur bukan sekadar berhenti beraktivitas. Dalam materi dijelaskan bahwa tidur merupakan waktu bagi tubuh untuk melakukan perbaikan dan pertumbuhan sel. Lansia membutuhkan sekitar 5–7 jam tidur. Karena itu, jangan menganggap tidur sebagai kemewahan. Tidur yang cukup merupakan bagian dari menjaga kesehatan. 

Membuat jadwal tidur teratur, melakukan olahraga ringan, berjemur pagi, melakukan aktivitas yang menenangkan, menghindari rokok dan kafein pada sore hari, serta membatasi minum setelah makan malam merupakan beberapa hal yang disarankan untuk membantu mendapatkan tidur yang lebih baik. Jangan Tunggu Sakit untuk Memeriksa Diri Memasuki usia lanjut berarti kita juga perlu lebih sadar melakukan pemeriksaan kesehatan. 

Tekanan darah perlu dipantau secara berkala. Berat dan tinggi badan diperiksa. Kesehatan gigi dan mulut diperhatikan. Penglihatan dan pendengaran diperiksa. Lemak darah, gula darah, serta fungsi ginjal dan hati juga perlu mendapat perhatian. 

Dan yang menarik, pemeriksaan lansia sebaiknya tidak hanya melihat satu bagian tubuh. Ada pula penilaian geriatri secara menyeluruh yang mencakup gizi, fungsi, kognitif, dan kondisi mental. Sebab seseorang bisa saja terlihat sehat secara fisik, tetapi ternyata mengalami kesulitan dalam aspek lain kehidupannya. 

Ternyata Sehat Itu Bukan Hanya Soal Tubuh Di sinilah konsep geriatri menjadi menarik. Ketika seorang lansia memiliki dua atau lebih penyakit atau mengalami gangguan akibat penurunan fungsi organ, psikologis, sosial, ekonomi, dan lingkungan, dibutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh dan melibatkan berbagai bidang. Jadi, kesehatan lansia bukan hanya urusan dokter dan obat. Ada gizi. Ada aktivitas fisik. 

Ada kondisi mental. Ada lingkungan tempat tinggal. Ada kondisi ekonomi. Ada spiritualitas. Dan ada hubungan dengan keluarga serta teman. Semua saling berhubungan. Jangan Kehilangan Hubungan dengan Orang Lain Mungkin ini bagian yang paling manusiawi dari seluruh pembahasan. Ketika usia bertambah, kita tidak hanya membutuhkan tubuh yang sehat. Kita juga membutuhkan orang lain. Materi tentang status fungsional lansia memasukkan dukungan sosial, yaitu keluarga, teman, dan keterlibatan sosial. 

Di dalamnya juga terdapat aspek spiritualitas—makna hidup, keyakinan, dan kedamaian batin—serta aspek afektif yang berkaitan dengan kesehatan mental, emosi, dan kesejahteraan. Mungkin itu sebabnya menjaga kesehatan di usia emas tidak cukup hanya dengan menghitung berapa langkah yang kita lakukan setiap hari. Kita juga perlu bertanya: Dengan siapa saya berbicara hari ini? Apa yang membuat saya merasa dibutuhkan? Apakah saya masih memiliki kegiatan yang membuat saya bersemangat? Apa yang membuat hidup saya terasa berarti?

Pada Akhirnya, Menua Adalah Perjalanan Menua bukan penyakit. Menua adalah perjalanan yang tidak bisa kita hentikan. Tubuh akan berubah. Kekuatan mungkin berkurang. Penglihatan tidak setajam dulu. Tidur bisa berubah. Nafsu makan mungkin menurun. Risiko penyakit meningkat. Tetapi perjalanan itu masih bisa dijalani dengan lebih baik. 

Kita bisa tetap bergerak sesuai kemampuan. Memperhatikan makanan. Menjaga tidur. Melakukan pemeriksaan kesehatan. Memelihara hubungan dengan keluarga dan teman. Tetap bersosialisasi. Menjaga pikiran tetap positif. Dan yang tidak kalah penting, menemukan kembali makna hidup. Karena mungkin tujuan dari usia emas bukan sekadar hidup lebih lama. 

Tetapi bagaimana kita bisa menjalani tahun-tahun yang ada dengan tubuh yang tetap dirawat, pikiran yang tetap digunakan, hati yang tetap terhubung dengan orang lain, dan kehidupan yang masih memiliki makna. Usia boleh bertambah. Tetapi semangat untuk hidup tidak harus ikut menua.

Tidak Mudah Dibeli

Tidak Mudah Dibeli
viva.co.id


Hari itu, bendera merah putih berkibar. Orang-orang datang menghadiri upacara kemerdekaan. Mereka berdiri rapi, memberi hormat, menyanyikan lagu kebangsaan dengan penuh khidmat.


Tetapi di antara suasana sakral itu, ada sesuatu yang ikut datang. Bukan hanya undangan. Bukan hanya senyum dan salam. Ada bingkisan. Ada souvenir. Ada pemberian yang dibungkus begitu indah. Sekilas, semuanya terlihat sebagai bentuk penghargaan. 


Namun, tidak semua yang dibungkus indah datang tanpa kepentingan. Kadang, sebuah hadiah bukan sekadar hadiah. Di baliknya bisa ada harapan agar seseorang merasa berutang. Ada keinginan agar sebuah tangan yang menerima, suatu hari mau membalas. Dan di situlah kita harus belajar membedakan: mana hak, mana pemberian. Mana penghargaan, mana upaya membeli loyalitas. Sebab hadiah tidak selalu indah dalam sekejap. 

Ada hadiah yang membuat kita tersenyum hari ini, tetapi diam-diam mengambil kebebasan kita untuk berkata “tidak” esok hari. 

Ada pemberian yang terlihat kecil, tetapi perlahan membuat prinsip menjadi mahal. Maka, menjadi manusia yang tidak mudah dibeli bukan berarti kita harus curiga kepada setiap pemberian. Tetapi kita harus cukup dewasa untuk bertanya: “Mengapa saya diberi?” Karena tidak semua yang diberikan kepada kita benar-benar cuma-cuma. 

Kemerdekaan seharusnya mengajarkan kita sesuatu yang sederhana: Jangan biarkan pemberian membuat kita kehilangan keberanian untuk berpikir. 

Jangan biarkan souvenir membuat kita lupa bahwa suara kita punya nilai. 

Jangan biarkan sesuatu yang kecil hari ini membuat kita kehilangan hak untuk memperjuangkan sesuatu yang jauh lebih besar bagi banyak orang. 

Kita boleh menerima kebaikan. Tetapi jangan pernah menjual prinsip karena kebaikan itu. 

Kita boleh menghargai pemberian. Tetapi jangan sampai pemberian membuat kita merasa harus menggadaikan loyalitas. 

Sebab hak rakyat bukan hadiah dari penguasa. Hak rakyat bukan souvenir yang boleh dibagikan ketika dibutuhkan. Hak rakyat adalah sesuatu yang memang menjadi milik rakyat. 

Seorang pemimpin harus memahami itu. Rakyat bukan komoditas politik. Rakyat bukan kumpulan orang yang bisa didekati ketika suara mereka dibutuhkan, lalu dilupakan ketika kepentingan sudah tercapai. 

Pemimpin tidak seharusnya sibuk bertanya, “Apa yang harus saya berikan agar mereka berpihak kepada saya?” Tetapi bertanya, “Apa yang harus saya perjuangkan agar kehidupan mereka menjadi lebih baik?” Karena pemimpin yang benar-benar memahami rakyat tidak membeli loyalitas.

Ia membangun kepercayaan. Ia tidak membagikan hadiah untuk mendapatkan kesetiaan. Ia memberikan keadilan agar kesetiaan tumbuh dengan sendirinya. Dan akhirnya, kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan.

Kemerdekaan juga tentang memiliki keberanian untuk berkata: “Saya berterima kasih atas pemberianmu, tetapi prinsip saya tidak untuk dijual.” Sebab ada sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sebuah bingkisan: harga diri. Dan ada sesuatu yang tidak boleh menjadi komoditas politik: rakyat. 

#HadiahBukanKomoditasPolitik #TidakMudahDibeli #Kemerdekaan

Grit: Ketika Hidup Tidak Berjalan Sesuai Rencana


grit
linkedln.com

Hidup Tidak Pernah Menjanjikan Jalan yang Mudah Ada masa ketika hidup terasa seperti sedang melawan kita. 
Rencana yang sudah disusun berantakan. Bisnis yang dibangun bertahun-tahun mengalami tekanan. Penghasilan tidak lagi sebesar sebelumnya. Pekerjaan hilang. Investasi turun. Hubungan berubah. Dan tiba-tiba, sesuatu yang selama ini kita anggap aman ternyata tidak pernah benar-benar aman. 


Pertanyaannya bukan lagi, “Mengapa ini terjadi kepada saya?” Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: “Ketika semuanya tidak berjalan sesuai rencana, apa yang membuat saya tetap berdiri?” Di sinilah kita membutuhkan grit. 

Bukan grit dalam pengertian jaringan listrik atau garis-garis dalam sebuah tabel, tetapi sebuah jaring ketahanan hidup—sekumpulan kekuatan, kebiasaan, hubungan, kemampuan, dan nilai yang membuat kita tidak jatuh sampai ke titik nol ketika satu bagian kehidupan mengalami kegagalan. Karena hidup itu sulit. Dan semakin panjang perjalanan hidup kita, semakin kita menyadari bahwa kesulitan bukan pengecualian.


Perjalanan dan Perjuangan Kesuksesan Jensen Huang


Kesulitan adalah bagian dari permainan. Jensen Huang, di usia 62 tahun, pendiri NVDIA , perusahaan aset bernilai triliuan dollar itu bukan orang yang langsung melejit sukses. Kesuksesannya bukan datang dari kepintaran sematan, tetapi kombinasi ketekunan dan kemampuan melihat pola yang tak terlihat oleh orang lain. 

Kesuksesannya bukan datang karena dia seorang yang kaya. Dia terlahir dari seorang ibu yang sederhana di Taiwan. Jensen sekeluarga pindah ke Thailand pada usia lima tahun. Lalu, dia dikirim oleh orang tuanya ke Amerika serikat pada usia sembilan tahun karena situasi politik di Thailand yang tidak stabil. 

 Di usia yang sangat muda, dia sekolah asrama di Kentucky, harus membersihkan toilet setiap hari. Juga di usia muda, dia bekerja sebagai pencuci piring dan pelayan restoran Denny’s untuk bertahan hidup. Ketika dia lulus sebagai sarjana teknik dari Oregon State University dan master dari Teknik Elektro Stanford University, dia masih bekerja sebagai pegawai di LSI dan Advance Micro Devices. 

Bersama dengan dua orang temannya Chris Malachowsky dan Curtis Priem , dengan modal yang sangat kecil, mereka bertiga mendirikan Nvidia. Jabatan sebagai CEO diembannya sejak pertama kali dibuka untuk menciptakan unit pemprosesan grafis. 

Sayangnya, perusahaan yang dipimpin oleh Jensen itu tak selalu berjalan mulus, bahkan pernah mengalami kegagalan besar dan krusial. Titik kegagalan yang paling fatal dan membuat perusahaan menjadi bangkrut terjadi tahun 1995 hingga 1997. 

Penyebab utamanya adalah salah memilih strategi teknologi, dia menggunakan teknis pemprosesan grafis berbasis segiempat. Sedangkan industry memerlukan standar industry format segitiga, akibatnya produk Nvidia tidak kompatibel dengan ekosistem computer dan ditolak pasar dan seluruh uniti dikirim ke pabrikan dan dikembalikan. Modal pun habis dan menyisakan uang kas hanya 30 hari saja. 

Kegagalan ini menjadi pukulan yang berat bagi Jensen. Namun, dia tak pernah gentar dengan kegagalan. Dia seorang jujur dalam hadapi kegagalan, dia menemui CEO Sega dan mengakui kesalahan teknologi Nvidia. Atas kejujuran itu Jensen, Sega menyuntikkan dana daruran sebesar $5 juta dan modal inilah yang dijadikan arsitektur baru yang sesuai dengan standar pasar RIVA 128, sukses di pasaran. 

 1. Hidup Itu Sulit 


Kita sering membayangkan keberhasilan sebagai sebuah garis lurus. Belajar → bekerja keras → berhasil → hidup nyaman. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Hidup lebih mirip perjalanan yang penuh tikungan. Ada masa kita naik. Ada masa kita turun. Ada masa kita berlari. Ada masa kita harus berhenti untuk menarik napas. 

Tekanan ekonomi membuat semuanya menjadi semakin nyata. Ketika biaya hidup meningkat, pendapatan tidak bertambah secepat kebutuhan, bisnis menghadapi tekanan, atau pekerjaan menjadi tidak pasti, kita tidak hanya diuji secara finansial. Kita diuji secara mental. Di sinilah pentingnya memiliki grid.

Bayangkan seseorang yang hanya memiliki satu sumber penghasilan. Ketika pekerjaan itu hilang, seluruh kehidupannya ikut terguncang. Sebaliknya, seseorang yang memiliki keterampilan, jaringan pertemanan yang baik, reputasi, kesehatan finansial, kemampuan belajar, pengalaman, dan mental yang kuat memiliki beberapa titik untuk berpijak. 

Ketika satu titik runtuh, ia masih memiliki titik lainnya. Itulah grid. Grid membuat kegagalan di satu area tidak otomatis berubah menjadi kehancuran di seluruh kehidupan. Karena itu, membangun kehidupan bukan hanya tentang bagaimana kita mendapatkan lebih banyak. Tetapi juga tentang bagaimana kita membangun ketahanan ketika sesuatu yang kita miliki tiba-tiba hilang. 

 2. Apa Itu Grit?


Grit adalah jaringan penyangga yang membuat kita tetap bertahan ketika satu bagian kehidupan mengalami kegagalan. Dalam kehidupan nyata, grid bisa berupa banyak hal. Keterampilan yang kita miliki adalah grit. Tabungan adalah grid. Relasi yang sehat adalah grid. Reputasi yang kita bangun adalah grit. Kemampuan untuk belajar kembali adalah grit. Pengalaman menghadapi masalah adalah grid. Kesehatan adalah grit. Keluarga dan orang-orang yang bisa dipercaya adalah grit. Bahkan kemampuan untuk tetap tenang ketika menghadapi tekanan adalah grit. 

Semakin banyak titik ketahanan yang kita bangun, semakin kecil kemungkinan satu kegagalan menghancurkan seluruh kehidupan kita. 

Namun ada satu hal yang lebih penting. Grit bukan sekadar apa yang kita miliki. Grit juga adalah siapa kita ketika apa yang kita miliki hilang. Seseorang bisa kehilangan pekerjaan, tetapi tidak kehilangan kemampuannya. Bisa kehilangan bisnis, tetapi tidak kehilangan pengalamannya. Bisa kehilangan uang, tetapi tidak kehilangan kemauan untuk belajar. Bisa mengalami kegagalan, tetapi tidak kehilangan keberaniannya untuk mencoba kembali. Di situlah grit bertemu dengan grit. Grit memberikan kita tempat untuk bertahan. Grit memberikan kita alasan dan tenaga untuk terus berjalan. 

 3. Kesulitan dan Kegagalan Bukan Berarti Kegagalan Total 

 Salah satu kesalahan terbesar dalam menghadapi kegagalan adalah menganggap bahwa satu kegagalan berarti semuanya gagal. Padahal tidak. Kehilangan satu pekerjaan bukan berarti kehilangan seluruh kemampuan. Bisnis yang gagal bukan berarti seluruh pengalaman menjadi sia-sia. Investasi yang buruk bukan berarti kita tidak akan pernah mampu membangun kekayaan kembali.

 Rencana yang gagal bukan berarti masa depan juga gagal. Kegagalan hanyalah sebuah kejadian. Bukan identitas. Yang membedakan orang yang mampu bertahan dalam jangka panjang bukanlah seberapa sering mereka gagal. Tetapi bagaimana mereka merespons kegagalan. 

Di sinilah konsep grit menjadi penting. Grit adalah kemampuan untuk tetap memiliki ketekunan dan komitmen terhadap tujuan jangka panjang meskipun perjalanan menuju ke sana penuh dengan kesulitan, kegagalan, dan hambatan. 

 Grit bukan berarti keras kepala. Grit bukan berarti terus melakukan hal yang sama meskipun jelas tidak berhasil. Justru orang yang memiliki grit mampu mengatakan: “Cara ini tidak berhasil. Saya harus belajar. Saya harus mengubah strategi. Tetapi saya belum selesai.” Kalimat terakhir itulah yang penting. Belum selesai. Grit untuk Jangka Panjang Kita hidup dalam budaya yang sangat menyukai hasil cepat. 

Kita ingin bisnis cepat besar. Ingin investasi cepat menghasilkan. Ingin karier cepat naik. Ingin usaha segera berhasil. Padahal banyak hal besar dalam hidup membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang daripada yang kita bayangkan. 

Grit berarti memahami bahwa perjalanan hidup bukan sprint. Ia adalah permainan jangka panjang. Hari ini mungkin kita kalah. Besok mungkin kita harus mulai lagi. Tahun ini mungkin bisnis kita tidak tumbuh. Karier mungkin tidak berjalan sesuai rencana. Tetapi selama kita masih memiliki kemampuan untuk belajar, memperbaiki diri, membangun kembali, dan mencoba dengan strategi yang lebih baik, permainan belum berakhir. Kita tidak harus menang setiap ronde. Kita hanya perlu cukup kuat untuk tetap bermain dalam jangka panjang.

Dan itulah fungsi grit. Grit menjaga kita agar tidak jatuh terlalu dalam. Grit membuat kita mau bangkit kembali. Bangun Grit Sebelum Kita Membutuhkannya Masalahnya, kebanyakan orang baru berpikir tentang ketahanan ketika krisis sudah datang. Baru berpikir tentang tabungan ketika kehilangan pekerjaan. Baru membangun jaringan ketika membutuhkan bantuan. Baru belajar keterampilan baru ketika pekerjaan lama hilang. Baru menjaga kesehatan ketika tubuh mulai memberi peringatan. Padahal grid harus dibangun sebelum badai datang. 

Kita tidak membangun payung ketika hujan sudah deras. Kita menyiapkannya ketika langit masih cerah. Begitu juga dengan kehidupan. Bangun kemampuan sebelum membutuhkannya. Bangun hubungan sebelum membutuhkan pertolongan. Bangun tabungan sebelum kehilangan penghasilan. Bangun reputasi sebelum membutuhkan kesempatan. Bangun mental sebelum menghadapi kegagalan. Karena ketika krisis datang, kita tidak punya banyak waktu untuk membangun fondasi. Kita hanya bisa menggunakan fondasi yang sudah kita bangun sebelumnya. 

 Penutup

Jangan Hanya Membangun Kehidupan yang Besar, Bangun Kehidupan yang Tahan Banting Mungkin kita tidak bisa menghindari kesulitan. Tidak ada orang yang bisa menjamin bisnisnya tidak akan gagal. Tidak ada pekerjaan yang benar-benar aman selamanya. Tidak ada investasi yang selalu naik. Tidak ada rencana hidup yang berjalan persis seperti yang kita inginkan. 

Tetapi kita bisa membangun grit. Kita bisa memiliki lebih dari satu kemampuan. Lebih dari satu sumber nilai. Hubungan yang kuat. Kebiasaan yang sehat. Cadangan finansial. Kemampuan belajar. Dan yang paling penting, mentalitas untuk terus berjalan. Karena pada akhirnya, ketahanan bukan tentang tidak pernah jatuh. 

Ketahanan adalah kemampuan untuk jatuh tanpa kehilangan kemampuan untuk bangkit. Dan mungkin itulah cara terbaik melihat hidup. Bukan sebagai usaha untuk menghindari kegagalan. Tetapi sebagai usaha untuk memastikan bahwa ketika kegagalan datang, kita tidak kehilangan seluruh kehidupan kita karenanya. Grit membuat kita tetap memiliki pijakan.

 Grit membuat kita terus bergerak. Dan ketika keduanya kita bangun bersama, kita memiliki sesuatu yang jauh lebih berharga daripada keberhasilan sesaat: kemampuan untuk bertahan dalam jangka panjang. 

 
Karena pada akhirnya, ketahanan bukan tentang tidak pernah jatuh. Ketahanan adalah kemampuan untuk jatuh tanpa kehilangan kemampuan untuk bangkit. Dan mungkin itulah cara terbaik melihat hidup. Bukan sebagai usaha untuk menghindari kegagalan. Tetapi sebagai usaha untuk memastikan bahwa ketika kegagalan datang, kita tidak kehilangan seluruh kehidupan kita karenanya. Grid membuat kita tetap memiliki pijakan. Grit membuat kita terus bergerak. Dan ketika keduanya kita bangun bersama, kita memiliki sesuatu yang jauh lebih berharga daripada keberhasilan sesaat: kemampuan untuk bertahan dalam jangka panjang.

Berkat Insto Dry Eyes, Mata PErih dan SEpet Tak Halangi Selesaikan Hadiah Postcard

Instro Dry Eyes
Dokumen pribadi

"Kadang, hadiah yang paling berharga bukanlah yang paling mahal, melainkan yang dibuat dengan hati. Namun, siapa sangka rasa SEpet, PErih, dan LElah di mata hampir membuat saya gagal menyelesaikan hadiah untuk momen yang sudah saya nantikan begitu lama?"

Insto Dry Eyes
canva (sumber: dok pribadi)


Setelah sekian lama tidak bertemu, akhirnya keponakan dan cucu saya datang dari Belanda. Momen reuni keluarga seperti ini bukanlah sesuatu yang sering terjadi. Saya ingin mereka pulang membawa kenangan indah tentang Indonesia yang mereka kunjungi.
Postcard yang bukan hanya tersimpan di ponsel, tetapi bisa disentuh dan disimpan bertahun-tahun kemudian.

Mulailah saya mencari desain postcard yang paling sesuai dengan perjalanan mereka. Lalu, saya mengumpulkan satu persatu foto-foto yang berkaitan dengan perjalanan dari kota di Denpasar, kota Bogor hingga kota Bandung.

Menyusun cerita seluruh perjalanan penuh makna dalam satu halaman. Tentunya hal itu tidak mudah sekali dilakukan karena saya harus memadukan warna, tata letak setiap foto sesuai dengan frame yang yang tersedia. Kadang-kadang merasa sudah bagus, tapi ternyata warna tidak cocok. Kadang warna sudah cocok tetapi tidak bisa dipadukan karena tak cocok dengan kota yang ingin disamakan.

Kenapa tidak beli postcard di toko saja jauh lebih mudah? Saya tidak ingin pemberian hadiah ini hanya sekedar cetakan postcard tanpa makna, tetapi hasil dari perhatian dan kasih sayang. Usaha keras saya untuk mengerjakannya semakin besar. Saya tak berhenti mengerjakan sebelum keinginan untuk menghasilkan karya yang sempurna. 

Sayangnya, saya tak sadar bahwa terlalu lama menatap layar membuat mata saya mulai terasa sepet, perih, dan lelah. Saya mencoba mengabaikannya karena berpikir, "Mungkin hanya kecapekan. Istirahat sebentar pasti cukup." Sayangnya, dugaan saya keliru.

Setelah beristirahat, rasa tidak nyaman itu masih ada. Mata tetap terasa kering sehingga konsentrasi mulai buyar. Padahal waktu terus berjalan, sementara postcard itu harus segera selesai sebelum hari pertemuan keluarga tiba. 

Saya tidak ingin momen yang sudah lama dinanti berubah menjadi penyesalan hanya karena mata yang SePeLe—Sepet, Perih, dan Lelah. Saat itulah saya menggunakan #InstoDryEyes untuk membantu mengatasi gejala mata kering yang saya rasakan. 

Perlahan mata terasa lebih nyaman, tepatnya sehingga saya bisa kembali fokus menyelesaikan setiap detail desain yang sebelumnya sempat tertunda. 

Hari yang dinanti akhirnya tiba. Ketika postcard itu saya serahkan kepada keponakan dan cucu, wajah mereka langsung dipenuhi senyum. Mereka membolak-balik setiap halaman dengan antusias, mengenang kembali perjalanan yang pernah mereka lakukan. Di saat itulah saya merasa semua usaha, waktu, dan perhatian yang saya curahkan benar-benar terbayar. 

Saya belajar bahwa momen berharga sering kali lahir dari hal-hal sederhana, tetapi jangan pernah #MataSePeLeJanganSepelein karena dengan mata yang nyaman membantu kita tetap fokus menyelesaikan apa yang kita cintai dan menghadirkan kebahagiaan bagi orang-orang yang kita sayangi. 

Mengapa Mata Bisa Terasa Kering?

Insto Dry Eyes
canva (dokumen pribadi)

Mata kering terjadi ketika air mata yang berfungsi menjaga kelembapan permukaan mata jumlahnya kurang atau kualitasnya tidak optimal. Akibatnya, mata menjadi kurang terlindungi dan terasa tidak nyaman. Beberapa penyebab  gejala mata kering yang sering terjadi: 

  • Terlalu lama menatap layar gadget atau komputer sehingga jarang berkedip. 
  • Berada di ruangan ber-AC atau lingkungan berangin.
  • Kurang istirahat.
  • Penggunaan lensa kontak dalam waktu lama.
  •  Faktor usia atau kondisi tertentu yang memengaruhi produksi air mata.

 Mata SEpet

Insto Dry Eyes
Canva (Dokumen pribadi)


Mata sepet adalah kondisi ketika mata terasa seperti tertarik, kurang nyaman, atau seperti ada yang mengganjal. Sensasi ini sering muncul bersamaan dengan mata kering karena permukaan mata kehilangan kelembapan. 

 Mata PErih?

Insto Dry Eyes
canva (dokumen pribadi)

Mata perih adalah sensasi seperti terbakar atau menyengat pada mata. Kondisi ini dapat dipicu oleh mata kering, debu, asap, paparan angin, atau terlalu lama melihat layar digital. 

Mata LElah?

Insto Dry Eyes
Canva (dokumen pribadi)

Mata pegel adalah rasa lelah atau berat pada mata setelah digunakan terus-menerus, misalnya saat bekerja di depan komputer, belajar, atau bermain ponsel dalam waktu lama. Mata pegel biasanya disertai rasa tegang dan sulit fokus. 

Solusi Jitu dengan Insto Dry Eyes

Jika keluhan disebabkan oleh mata kering, Insto Dry Eyes dapat membantu memberikan kelembapan pada permukaan mata dengan menggantikan cairan air mata yang berkurang, sehingga membantu meredakan gejala seperti: 

Insto Dry Eyes
canva (dokumen pribadi)

  • Mata Kering
  • Mata SEpet
  • Mata LElah akibat kurangnya kelembapan
  • Mata PErih yang berkaitan dengan mata kering

Agar mata tetap nyaman, lengkapi juga dengan kebiasaan berikut: 
  • Istirahatkan mata secara berkala, misalnya menggunakan aturan 20-20-20 (setiap 20 menit, lihat objek berjarak sekitar 20 kaki/6 meter selama 20 detik). 
  • Lebih sering berkedip saat menggunakan gadget.
  • Minum air yang cukup. 
  • Hindari paparan AC atau angin secara langsung jika memungkinkan.
Fungsi utama melumasi , menjaga kelembapan permukaan mata, karena Insto Dry Eyes memiliki kandungan aktif yaitu Hydroxypropyl Methylcellulose 3.0 mg dan Benzalkonium Chloride 0.1 mg, bekerja sebagai pelumas dan airmata buatan.

Cara Pengunaan

Dosis penggunaan Insto adalah 1-2 tetes pada setiap mata, 3-4 kali sehari. 

Perlu diperhatikan cara penggunaan yang tepat: 
  1. Cuci tangan lebih dulu dengan sabun dan air bersih. 
  2. Dongakkan kepala sedikit ke belakang .
  3. Tarik kelopak mata bagian bawah hingga membentuk kantung. 
  4. Teteskan obat sesuai dosis yang dianjurkan. 
  5. Tutup mata perlahan selama 1-2 menit.
  6. Hindari menyentuh ujung botol tetes mata dengan mata atau permukaan lain untuk mencegah kontaminasi .

Peringatan 

  • Lepaskan lensa kontak saat digunakan. 
  • Jangan gunakan rutin dalam jangka panjang. 
  • Lensa Kontak boleh digunakan minimal 15 menit setelah obat diteteskan 

Packaging baru Insto Dry Eyes

Insto Dry Eyes
instagram.com/insto.id


Insto Dry Eyes hadir dengan desain kemasan botol dan kotak yang lebih modern dan segar. Varian ini dikemas dalam botol berwarna biru berukuran 7.5 ml dan berfungsi sebagai pelumas mata atau air mata buatan untuk mengatasi gejala mata kering,  #BebasMataKering.

Anda dapat menemukan produk ini, di Lokasi apotik atau toko terdekat dengan harga yang sangat terjangkau. Ayo, jangan biarkan mata Anda SEpet, PErih, LElah, atasi segera dengan  Insto Dry Eyes

Bekerja Tambahan atau Berinvestasi? Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Menambah Penghasilan?


bekerja tambahan atau berinvestasi
man-works-office-thinks-fixing-tasks


Dua orang dua pilihan.

Orang pertama memilih mengambil pekerjaan sampingan. Setelah pulang kerja, ia menjadi freelancer, mengajar online, atau menjalankan usaha kecil. Penghasilannya langsung bertambah setiap bulan, tetapi waktu istirahatnya semakin berkurang. 

Orang kedua memilih jalan berbeda. Ia menyisihkan sebagian gajinya untuk berinvestasi secara rutin. Pada awalnya hasilnya hampir tidak terasa. Namun beberapa tahun kemudian, nilai investasinya tumbuh dan mulai menghasilkan keuntungan tanpa harus menukar lebih banyak waktu dengan uang. 

Lalu, siapa yang lebih menguntungkan? Jawabannya ternyata bukan soal mana yang lebih baik, melainkan mana yang lebih sesuai dengan kondisi Anda saat ini.

 Bekerja Tambahan vs Berinvestasi: 


Keduanya Punya Waktu yang Tepat Sering kali orang menganggap bekerja tambahan dan berinvestasi adalah dua pilihan yang saling bertentangan. Padahal, keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Kapan Bekerja Tambahan Menjadi Pilihan yang Tepat? 


Bekerja tambahan lebih cocok ketika: 

  •  Anda membutuhkan tambahan penghasilan dalam waktu dekat.
  •  Tabungan atau dana darurat masih belum memadai.
  •  Anda memiliki keterampilan yang bisa langsung menghasilkan uang. •
  •  Masih ada waktu dan energi di luar pekerjaan utama.

Pada kondisi ini, bekerja tambahan dapat menjadi cara tercepat meningkatkan arus kas. Semakin banyak waktu dan kemampuan yang dimanfaatkan, semakin besar peluang memperoleh penghasilan tambahan. Namun, ada konsekuensi yang perlu dipertimbangkan. 

Penghasilan tambahan tersebut sangat bergantung pada waktu yang Anda miliki. Ketika berhenti bekerja, penghasilannya pun ikut berhenti. 

Kapan Berinvestasi Menjadi Pilihan yang Tepat?


Berinvestasi lebih sesuai apabila:

  •   Kondisi keuangan sudah relatif stabil.
  •   Dana darurat telah tersedia. 
  •  Tidak membutuhkan hasil dalam waktu singkat.
  •  Memiliki dana yang dapat diinvestasikan secara rutin. 

Investasi bekerja dengan prinsip pertumbuhan aset. Uang yang diinvestasikan berpotensi menghasilkan keuntungan melalui kenaikan nilai atau pendapatan investasi.

Semakin panjang jangka waktunya, semakin besar peluang menikmati efek pertumbuhan majemuk (compounding). Karena itu, investasi bukan solusi untuk kebutuhan keuangan yang mendesak, tetapi merupakan strategi membangun kekayaan dalam jangka panjang. 

Keuntungan dan Kelemahan Bekerja Tambahan vs Berinvestasi 


Keuntungan Bekerja Tambahan:

  • Penghasilan bisa lebih meningkat lebih cepat
  • Dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan
  • Lebih mudah dikendalikan karena bergantung usaha sendiri

Kelemahan Bekerja Tambahan

  • Waktu luang berkurang
  • BErisiko akan kelelhan (burning out)
  • Penghasilan berhenti jika berhenti bekerja

Keuntungan Investasi

  • Uang dapat berkembang tanpa harus terus menukar waktu dan tenaga
  • Cocok untuk mereka yang memiliki kekayaan jangka panjang
  • Memanfaatkan efek compounding jika dilakukan secara konsisten

Kelemahan Investasi

  • Hasil tidak instan
  • Nilai investasi naik turun tergantung instrumen
  • Membutuhkan pengetahuan, disiplin dan kesabaran

Dari tabel di atas jelas bahwa bekerja tambahan akan meningkatkan pendapatan aktif sementara untu berinvestasi akan menambah aset di masa yang akan datang.

 Apa yang Harus Diperhatikan Sebelum Memutuskan? 


Tidak ada jawaban yang sama untuk semua orang. Sebelum memilih, pertimbangkan beberapa hal berikut. 

1. Tujuan Keuangan 


Jika target Anda adalah membayar utang, mengumpulkan dana pendidikan, atau memenuhi kebutuhan mendesak, bekerja tambahan bisa menjadi pilihan yang lebih relevan. Sebaliknya, jika tujuan Anda adalah dana pensiun, kebebasan finansial, atau membangun kekayaan jangka panjang, investasi menjadi strategi yang lebih tepat. 

2. Kondisi Keuangan


 Saat Ini Apabila penghasilan masih pas-pasan dan belum memiliki dana darurat, fokus meningkatkan pendapatan terlebih dahulu biasanya lebih bijaksana. Setelah kondisi keuangan lebih stabil, sebagian penghasilan tambahan dapat dialihkan ke investasi. 

3. Waktu dan Energi


 Bekerja tambahan membutuhkan komitmen waktu dan tenaga. Jangan sampai penghasilan bertambah, tetapi kesehatan dan kualitas hidup justru menurun. Jika waktu sudah sangat terbatas, mungkin lebih efektif memanfaatkan uang yang dimiliki melalui investasi daripada menambah jam kerja. 

4. Profil Risiko Setiap investasi memiliki risiko

 Pastikan Anda memahami instrumen yang dipilih dan jangan hanya mengikuti tren atau rekomendasi tanpa riset. Keputusan investasi yang baik selalu disesuaikan dengan tujuan, jangka waktu, dan toleransi risiko masing-masing. 

5. Mengapa Harus Memilih Salah Satu?


 Sering kali pilihan terbaik justru bukan memilih salah satu, melainkan menggabungkan keduanya. Gunakan bekerja tambahan untuk meningkatkan pendapatan aktif. Lalu, alokasikan sebagian hasilnya ke investasi agar uang mulai bekerja untuk Anda. 

Dengan cara ini, Anda memperoleh manfaat dari dua sumber pertumbuhan sekaligus: kemampuan Anda menghasilkan uang hari ini dan kemampuan aset menghasilkan uang di masa depan. 

 Penutup 


Bekerja tambahan dan berinvestasi sebenarnya bukanlah dua kubu yang saling bersaing. Keduanya memiliki peran yang berbeda dalam perjalanan keuangan seseorang. Bekerja tambahan membantu Anda memperoleh lebih banyak uang saat ini. Berinvestasi membantu uang tersebut bertumbuh untuk masa depan. Pertanyaannya bukan lagi, "Mana yang lebih menguntungkan?" tetapi "Apa yang paling dibutuhkan kondisi keuangan saya saat ini?" Karena pada akhirnya, strategi terbaik bukan sekadar menghasilkan lebih banyak uang, melainkan mengelolanya dengan bijak agar setiap rupiah yang Anda peroleh dapat terus bekerja, bahkan ketika Anda sedang beristirahat.

Total Tayangan Halaman