
freepik.com

Di tengah kekhawatiran ekonomi dan sulitnya menjaga nilai uang, emas hadir sebagai aset yang memberi aset dengan rasa aman. Tahun 2026 menegaskan satu hal, kepercayaan public pada emas belum pernah benar benar hilang.
Fenomena antrian panjang untuk belie mas Antam mengular . Padahal waktu itu masih pagi sekali jam 6.00. KEnapa orang sangat antusias mau belie mas yang harganya sudah selangit? Berbagai pertanyaan timbul dalam benakku. Bahkan, ada yang antri jam 6.00, pulangnya jam 18.00 sore.
Sejak awal tahun 2025 saya mengamati harga emas murni 24 karat masih sekitar 2.600 dollar AS per trolly ons. Namun di akhir 2025 harganya naik melejit mencapai 4.400 dollar AS per once. Kenaikan itu sekitar 73persen.
Rasanya ada penyesalan yang membungkah karena seharusnya beli dulu di awal tahun sehingga merasakan keuntungan di akhir tahun.
Pemikiran dan analisa yang tak cerdik karena saya berpikir harga emas di awal tahun 2025 itu sudah terlalu tinggi untuk membeli. Jika beli di harga tinggi, ketika kurva harga emas berbalik arah dan turun, tentunya akan merugi. Tak disangka analisa itu ternyata meleset 1000 persen .
Sebelum akhir tahun 2025, saya juga pernah diajak diskusi ringan oleh seorang teman, dia mendengar informasi dari toko-toko emas, baha harga emas 2026 akan melonjak tajam. Sekali lagi dengan berbagai bacaan yang memberikan informasi harga ema situ sudah mencapai kinerja tertingginya , tak mungkin dia naik lagi.
Ternyata saya kurang cermat, orang sudah berbondong-bondong membeli emas di toko emas di harga Rp.2.487.000 pada 27 Desember 2025. Toko emas pun kehabisan stok, ledakan untuk permintaan emas begitu masif terjadi.
Ternyata dua kali lagi saya meleset, harga emas di awal tahun, 19 Januari 2026 telah melambung mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, ke level 4,670 per troy ons.
Pada minggu awal Januari itu terjadi reli harga yang cukup agrefif dimana banyak aksi ambil untung . Para pembeli yang dapat keuntungan besar, bisa melewati harga emas di level tertinggi.
Apa penyebab harga emas makin tinggi?
Faktor geopolitik perang Rusia Ukraina , Istrael Gaza , terkahir Donald Trump mengancam pengenaan tarfi sebesar 10% akan dikenaikan Perancis, Jerman, Inggris pada 1 Februari, dan akan dinaikkan 25% bulan Juni mendatang.
Dolarisasi dimana para sekutu negara BRICS tidak lagi menggantung US Dollar sebagai mata uang untuk pembayaran, tetapi mereka akan menggunakan mata uang Rusia atau China.
Mata uang dollar tidak lagi dianggap sebagai mata uang global yang dipakai aktivitas ekonomi dari perdagangan global. Kekuatan ekonomi China menandingi AS . Peran AS semakin berkurang dalam penentuan komoditas.
Akhirnya pemerintah dan Lembaga dan investor perorangan pun mengalihkan bagian dari portofolo Cadangan mata uang dolar AS yang mereka miliki dalam bentuk emas.
Bank Sentral
Di tahun 2025, meskipun tak ada akurat berapa emas yang dibeli oleh Bank Sesntral. Namun, secara pasti Bank Central , Federal of Reserve mengejar emas sebagai Cadangan sebanyak 1200-1300 ton.
Tak mau kalah India, China, Rusia juga berbondong mencari emas untuk Cadangan emas sekitar 5.500 ton , lebih dari 50 person stoke mas secara global.
Emas jadi komoditas strategis untuk perlindungan portofolio investasi. Sifat emas yang memiliki karateristik no counterparty risk, artinya emas tidak memiliki risiko default atau gagal bayar seperti halnya surat berharga yang diterbiktkan oleh pemerintah negara maju.
Emas lindungi inflasi
Inflasi yang terjadi di Indonesia sudah mencapai 3% data dari BPS. Namun, dari pembelian barang-barang yang tidak tercatat oleh BPS, kita dapat merasakan bahwa inflasi sudah capai lebih dari 10-15%.
Ketika nilai rupiah tidak lagi terlindungi oleh inflasi, maka nilai rupiah akan tergerus, sehingga kita tidak bisa lagi melihat rupiah itu cukup kuat untuk daya beli .
Prospek ke depan
Dengan harga emas yang sudah mencapai Rp.2,9 juta, apakah masih ada potensi profit ke depannya?
Emas merupakan investasi jangka panjang 3-5 tahun. Jika harga emas meleset jatuh, tentunya tetap ada kenaikan lagi selama waktu 3-5 tahun.
Ada tips beli emas ketika naik:
Kita harus memantau perekonomian global. Selalu membaca kebijakan moter, suku bunga bank sentral dan stabilitas geopolitik.
Jika bank sentral menurunkan suku bunga, pasti harga emas akan naik. Jika terjadi perang atau kebijakan yang membuat tak stabil ekonominya, pastie mas akan naik.
Setiap ketidakstabilan ekonomi maka harga emas akan naik. Keputusan untuk beli harus tepat.
Beli emas diharga naik dengan diskon atau promo.
Ada promo dari penjual emas (hal ini jarang terjadi, tetapi untuk transaksi emas digital di platform digital biasanya penjual emas akan berikan potongan harga.
Yuk, jika kamu mau belie mas sekarang di harga mahal, harus siapkan dirimu untuk tetap memantau kebijakan geopolitik dan Bank Sentral.



